PRADANA MEDIA

JUJUR, TEPAT DAN TERPERCAYA

HUKUM KEAMANAN DAN PERISTIWA LOKAL

Tragedi di Kolam Desa: Bocah 8 Tahun Tewas Tenggelam, Pengawasan Jadi Sorotan

Bagikan Berita

Tamiang Layang, Pradanamedia – Keceriaan akhir pekan berubah menjadi duka mendalam di Desa Rodok, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur. Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun, Hamdan, meninggal dunia setelah diduga tenggelam di kolam renang, Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Ada celah pengawasan yang tampak jelas—dan berujung fatal.

Hamdan, warga Kampung Baru, Ampah Kota, datang ke lokasi bersama keluarga. Awalnya, situasi berjalan normal. Namun sekitar pukul 14.00 WIB, ayah korban, Pahmi, meninggalkan area kolam untuk mengantar salah satu anaknya pulang. Korban tetap berada di lokasi bersama kerabat.

Di sinilah titik krusial itu terjadi.

Dalam rentang waktu sekitar 30 menit, tanpa pengawasan langsung dari orang tua, korban diduga tenggelam. Saat sang ayah kembali, kondisi sudah terlambat—Hamdan ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam kolam.

Upaya penyelamatan sempat dilakukan. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Ampah. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Pihak kepolisian membenarkan kejadian tersebut. Kapolres Barito Timur, AKBP Eddy Santoso melalui Kapolsek Dusun Tengah, IPTU Suprayitno, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan.

“Iya, benar. Saat ini masih kami dalami untuk memastikan kronologi lengkapnya,” ujarnya, Senin (13/4).

Insiden ini kembali menegaskan satu hal yang kerap diabaikan: kolam renang bukan sekadar tempat rekreasi, melainkan area berisiko tinggi—terutama bagi anak-anak.

Pengawasan yang terputus, meski hanya sesaat, bisa berujung tragedi. Dalam kasus ini, jeda waktu 30 menit menjadi celah yang tak termaafkan.

Kini, suasana duka menyelimuti keluarga korban. Di balik itu, muncul pertanyaan yang lebih besar—sejauh mana standar keselamatan di fasilitas umum seperti kolam renang benar-benar diterapkan?

Tragedi ini seharusnya menjadi alarm keras, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga pengelola fasilitas dan pemerintah setempat, agar keselamatan tidak lagi dianggap sebagai formalitas. (AK)


Bagikan Berita

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *