Rumah Kosong Terbakar, Api Meluas: 2 Rumah dan 2 Toko di Katingan Hangus, Kerugian Nyaris Rp1 Miliar

Tumbang Samba, Pradanamedia – Siang yang seharusnya tenang di Desa Samba Katung, Kecamatan Katingan Tengah, berubah menjadi kepanikan. Kobaran api tiba-tiba muncul dan melahap permukiman warga, Senin (13/4/2026) sekitar pukul 12.15 WIB.
Dalam waktu kurang dari dua jam, api menghanguskan dua unit rumah dan dua buah toko. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik dari salah satu rumah yang saat kejadian dalam kondisi kosong.
Sumber api pertama kali terlihat berasal dari rumah milik Nanda (40), seorang wiraswasta yang saat itu diketahui sedang berada di Kasongan. Kondisi rumah tanpa penghuni membuat api cepat membesar tanpa penanganan awal.
Kepala Desa Samba Katung, Edi Kristanto, menjadi saksi kunci awal kejadian. Ia mengaku mendengar teriakan warga sebelum langsung menuju lokasi yang berada tak jauh dari kediamannya.
“Api sudah membesar saat kami tiba. Warga langsung bergerak memadamkan dengan alat seadanya sambil menunggu bantuan,” ujar Edi.
Respons cepat warga menjadi garis pertahanan pertama. Mereka berjibaku memadamkan api dengan peralatan sederhana, sembari menunggu kedatangan tim pemadam kebakaran dari Katingan Tengah dan bantuan dari Desa Samba Bakumpai.
Namun, jarak bangunan yang rapat menjadi faktor krusial. Api dengan cepat menjalar ke bangunan di sampingnya—termasuk rumah dan toko milik Haji Alul (60).
Kobaran baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.05 WIB. Meski tidak menelan korban jiwa, dampak kerusakan tergolong besar.
Total kerugian ditaksir mencapai Rp900 juta. Empat bangunan—dua rumah dan dua toko—ludes dilalap api, menyisakan puing dan trauma bagi warga sekitar.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Namun, berdasarkan keterangan sementara warga, dugaan kuat mengarah pada gangguan instalasi listrik.
Peristiwa ini kembali membuka persoalan klasik: lemahnya mitigasi risiko kebakaran di kawasan permukiman padat. Rumah kosong tanpa pengawasan, instalasi listrik yang rentan, serta minimnya alat pemadam dini menjadi kombinasi yang berulang kali memicu tragedi serupa.
Di tengah kerugian besar ini, satu hal yang patut disyukuri—tidak ada korban jiwa. Namun bagi para korban, terutama pelaku usaha kecil yang kehilangan tempat usaha, kebakaran ini bukan sekadar musibah, melainkan pukulan telak bagi keberlangsungan ekonomi mereka. (AK)






