Kapolri Turun Langsung dari Medan, 72 Ribu Personel Disiagakan Amankan Malam Takbiran Nasional

Medan, Pradanamedia – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung monitoring pengamanan Malam Takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah secara nasional dari Lapangan Merdeka Medan, Jumat (20/3/2026) malam. Pengendalian dilakukan secara terpusat dengan melibatkan seluruh jajaran kepolisian di daerah guna memastikan situasi tetap kondusif di tengah lonjakan aktivitas masyarakat.
Dalam pemantauan tersebut, Kapolri didampingi Panglima TNI Agus Subiyanto serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara. Monitoring dilakukan secara interaktif dengan 36 Polda di seluruh Indonesia untuk memetakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) secara real-time di berbagai titik krusial.
Kapolri menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri bersama stakeholder terkait berada dalam status siaga penuh. Hal ini menjadi respons atas tingginya mobilitas masyarakat pada malam takbiran yang berpotensi memicu kepadatan, baik di jalan raya maupun pusat-pusat keramaian.
“Seluruh personel disiagakan untuk memastikan rangkaian malam takbiran berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar Sigit.
Ia mengungkapkan, Polri telah memetakan ribuan titik keramaian yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari jalur utama mudik, kawasan perkotaan, hingga lokasi perayaan takbiran. Pengamanan difokuskan pada antisipasi kemacetan, potensi gangguan keamanan, hingga risiko kecelakaan lalu lintas.
Sebagai bagian dari strategi pengamanan skala nasional, sebanyak 72 ribu personel dikerahkan dan disebar di berbagai wilayah. Langkah ini diperkuat dengan sinergi bersama TNI, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk memastikan respons cepat terhadap setiap dinamika di lapangan.
Pendekatan command center yang diterapkan memungkinkan pengambilan keputusan dilakukan secara cepat dan terukur, terutama dalam menghadapi situasi darurat atau lonjakan massa yang tidak terprediksi.
Dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas sektor, pemerintah menargetkan momentum malam takbiran tetap berlangsung khidmat tanpa mengganggu stabilitas keamanan, sekaligus menjamin kelancaran arus mudik yang mencapai puncaknya dalam periode yang sama.





