
Jakarta, Pradanamedia– Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi keras narasi yang menyebut kondisi ekonomi Indonesia sedang hancur.
Ia menilai kritik semacam itu seharusnya disampaikan berdasarkan data dan analisis yang jelas, bukan sekadar opini.Menurut Purbaya, perdebatan mengenai kondisi ekonomi nasional seharusnya dilakukan secara ilmiah dengan melihat indikator yang ada.
Jika memang terdapat kekurangan dalam pengelolaan ekonomi, hal tersebut tentu perlu diperbaiki. Namun, jika kondisi ekonomi dinilai sudah berada pada jalur yang baik, maka kritik yang disampaikan juga harus disertai dasar yang kuat.Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang melontarkan pernyataan bahwa ekonomi Indonesia berada dalam kondisi buruk tanpa menyertakan analisis yang memadai.
Purbaya bahkan menyinggung sejumlah ekonom yang menurutnya terlalu cepat menyimpulkan kondisi ekonomi tanpa merujuk pada data yang valid.
“Kalau memang ada yang kurang baik tentu kita perbaiki. Tetapi jika indikatornya sudah menunjukkan hasil yang baik, apa yang sebenarnya ingin dibetulkan?” ujarnya.
Purbaya juga menegaskan bahwa diskusi mengenai kondisi ekonomi nasional seharusnya dilakukan secara objektif dengan melihat data dan fakta. Ia mengingatkan agar para pengamat ekonomi tidak hanya mengandalkan narasi, tetapi juga memahami indikator ekonomi secara komprehensif sebelum menyampaikan kritik ke publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya sebagai respons terhadap berkembangnya pandangan yang menyebut perekonomian Indonesia sedang mengalami kemunduran.
Dilansir dari Kompas.com, Purbaya mengajak para pengamat ekonomi untuk mempelajari data secara benar agar perdebatan mengenai kondisi ekonomi nasional dapat berlangsung secara sehat dan berbasis fakta. (AK)





