
Pradanamedia, Palangka Raya – Menyambut bulan suci Ramadhan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan Tengah mengedepankan pendekatan silaturahmi sebagai langkah awal memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pertemuan tersebut digelar di salah satu rumah makan di Kota Palangka Raya, Senin (9/2/2026), dengan melibatkan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah, serta jajaran Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kalimantan Tengah.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan, namun tetap diwarnai pembahasan yang substantif. Sejumlah isu strategis menjadi fokus diskusi, terutama kesiapan daerah menghadapi Ramadhan, mencakup pengendalian harga kebutuhan pokok, kelancaran rantai distribusi, hingga penguatan ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Tengah.
Kepala Disdagperin Provinsi Kalimantan Tengah, Norhani, menegaskan bahwa agenda silaturahmi tersebut tidak dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi wadah kolaboratif untuk menyamakan pandangan dan langkah ke depan.
Ia menyampaikan bahwa setiap Ramadhan selalu diiringi tantangan tersendiri di sektor perdagangan, khususnya meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Karena itu, komunikasi yang intensif serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan publik.
Norhani yang juga menjabat sebagai Ketua MES Kalimantan Tengah berharap sinergi antara pemerintah daerah, ulama, otoritas moneter, dan pelaku ekonomi syariah dapat terus diperkuat. Dengan demikian, stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga dan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan rasa aman dan nyaman.
“Melalui kebersamaan dan koordinasi yang solid, kita ingin memastikan Ramadhan di Kalimantan Tengah berjalan dengan aman, nyaman, dan membawa keberkahan bagi semua,” pungkasnya. (AK)





