Pradanamedia/Lumajang – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, tercatat mengalami empat kali erupsi pada Senin pagi, 12 Januari 2026. Aktivitas vulkanik tersebut terpantau oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru sejak pagi hari.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyampaikan bahwa erupsi pertama terjadi pada pukul 08.09 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 400 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 4.076 meter di atas permukaan laut.
“Kolom letusan teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal dan bergerak ke arah timur laut,” ujar Mukdas dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin (12/1/2026), mengutip Antara.
Menurutnya, aktivitas erupsi tersebut terekam jelas pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dan durasi gempa selama 110 detik.
Setelah erupsi pertama, Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik secara beruntun pada pukul 09.06 WIB, 09.30 WIB, dan 10.20 WIB. Namun, pada tiga erupsi berikutnya, kolom letusan tidak terpantau secara visual karena tertutup awan, meskipun aktivitas kegempaan masih tercatat hingga laporan disusun.
Saat ini, status aktivitas Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana.
Mukdas menegaskan masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang aliran Besuk Kobokan, dengan jarak hingga 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berpotensi terdampak bahaya lontaran material pijar. (AK)





